Tadabbur Ayat Solat
Al-Baqarah, 2:83
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَـٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَانًۭا وَذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسْنًۭا وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ
Dan (ingatlah wahai Muhammad), ketika Kami mengikat perjanjian setia dengan Bani Israil (dengan berfirman): "Janganlah kamu menyembah melainkan Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapa, dan kaum kerabat, dan anak-anak yatim, serta orang-orang miskin; dan katakanlah kepada sesama manusia perkataan-perkataan yang baik; dan dirikanlah sembahyang serta berilah zakat". Kemudian kamu berpaling membelakangkan (perjanjian setia kamu itu) kecuali sebahagian kecil dari kamu; dan sememangnya kamu orang-orang yang tidak menghiraukan perjanjian setianya.
Keterangan Ayat/Mesej
- Pada ayat 81-82, Allah SWT mengingatkan kepada Bani Israel bahawa sesiapa yang berbuat kejahatan, maka merekalah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya. Orang-orang yang beriman serta beramal soleh, merekalah ahli syurga, mereka kekal di dalamnya.
- Pada ayat 83, Allah SWT mengingatkan Bani Israil mengenai janji mereka namun mereka berpaling dan mengingkari semua itu secara sengaja, sedang mereka mengetahui dan mengingatnya:
- Jangan menyembah selain Allah
- Berbuat baik kepada kedua orang tua, kaum kerabat, anak yatim dan orang miskin
- Bertutur dengan perkataan yang baik kepada manusia
- Solat
- Zakat
- Allah menyuruh mereka agar beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Sebagaimana firman-Nya: “Dan Kami tidak mengutus sebelummu (wahai Muhammad) seseorang Rasul pun melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahawa sesungguhnya tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Aku; oleh itu, beribadatlah kamu kepadaKu".” (Al-Anbiyaa’, 21:25).
- Hak Allah yang paling tinggi dan agung, ialah untuk senantiasa diibadahi dan tidak disekutukan dengan sesuatu apapun.
- Menurut Asfahani, perkataan ‘ta’budu’ merujuk Al-‘Ubudiyah, iaitu menampakkan kehinaan. Ibadah merupakan tujuan dari penghinaan diri. Tidak layak menghinakan diri kecuali kepada Allah SWT.
- Allah SWT juga ingatkan hak antara sesama makhluk. Hak antara makhluk yang paling ditekankan dan utama adalah hak kedua orang tua. Allah SWT menggandingkan antara hak-Nya dengan hak kedua orang tua.
- Ayat lain yang berkaitan: Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa. Jika salah seorang dari keduanya, atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (sebarang perkataan kasar) sekalipun perkataan "Ha", dan janganlah engkau menengking menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (yang bersopan santun).” (Al-Isra’, 17:23)
- Hadis berkaitan – Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mewasiatkan kalian supaya berbakti kepada ibu-ibu kalian -beliau mengucapkan hingga tiga kali-, berbakti kepada bapak-bapak kalian, berbakti kepada kaum kerabat kalian, lalu kepada kerabat yang lebih dekat lagi." (HR Ibnu Majah, 3651)
- Anak-anak yatim adalah anak-anak di bawah usia baligh yang kematian ayah.
- Orang-orang miskin adalah orang-orang yang tidak mampu menafkahi dirinya sendiri dan keluarganya.
- Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia ertinya ucapkanlah perkataan yang baik kepada mereka dan bersikap lemah lembut.
- Sebagaimana dikatakan oleh al-Hasan al-Bashri mengenai firman-Nya ini: “Termasuk ucapan yang baik adalah menyuruh berbuat baik dan mencegah perbuatan mungkar, bersabar, suka memberi maaf, serta berkata kepada manusia dengan ucapan yang baik, sebagaimana yang difirmankan Allah tadi, yaitu setiap akhlak baik yang diredai Allah.”
- Setelah Allah memerintahkan Bani Israil untuk berbuat baik kepada manusia dengan tindakan nyata, Allah menyuruh mereka mengucapkan ucapan yang baik kepada manusia. Dengan demikian Dia telah menyatukan antara kebaikan dalam bentuk tindakan nyata dengan kebaikan dalam bentuk ucapan.
- Setelah itu Allah SWT menegaskan perintah untuk beribadah kepada-Nya dan berbuat baik kepada umat manusia dengan cara tertentu berupa solat dan zakat, “Dirikanlah solat dan tunaikanlah zakat.”
- Allah SWT memberitahu bahwa Bani Israil berpaling dari semuanya itu dan meninggalkannya di belakang mereka secara sengaja, setelah mereka mengetahui dan memahaminya. Hanya sedikit sekali dari mereka yang tidak berpaling.
- Allah juga telah memerintahkan hal serupa dalam surat an-Nisaa’, “Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan janganlah kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apa jua; dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapa, dan kaum kerabat, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, dan jiran tetangga yang dekat, dan jiran tetangga yang jauh, dan rakan sejawat, dan orang musafir yang terlantar, dan juga hamba yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang sombong takbur dan membangga-banggakan diri;” (An-Nisaa’ 4:36)
Petunjuk/Tindakan
- Ini adalah kisah kaum terdahulu yang mengenepikan petunjuk daripada kitab. Apa yang berlaku kepada Bani Israel adalah sebagai peringatan kepada kita ummat yang membaca al-Quran. Untuk dapat pelajaran daripada surah ini, bila tadabbur, tukarkan Bani Israel/Yahudi kepada diri kita sebab al-Quran untuk kita.
- Setiap individu hendaklah buat 5 amalan yang Allah SWT ingatkan dalam ayat 83. Kalau buat betul-betul amalan ini, In Shaa Allah kita tidak akan menghadapi masalah yang besar dalam kehidupan di dunia. Tetapi kalau ada masalah dalam amalan pada ayat 83, kita mungkin menghadapi masalah yang besar kerana itu melanggar janji kepada Allah SWT.
- Jangan syirikkan Allah. Tanda orang tidak syirikkan Allah ialah dia letak al-Quran paling tinggi. Rujuk al-Quran dalam segala aspek kehidupan.
- Jaga hubungan dengan ibu-bapa, kaum kerabat, anak yatim dan orang miskin kalau tidak mahu hidup susah.
- Cara buat baik kepada ibu bapa:
- mempergauli mereka dengan baik
- bersikap rendah hati terhadap mereka
- mematuhi perintah mereka
- mendoakan ampunan buat mereka setelah mereka meninggal
- menyambung hubungan silaturahim dengan orang-orang yang mereka sayangi
- Berbuat baik kepada kaum kerabat:
- Menyambung silaturahim
- Saling menyayangi dan saling membantu untuk memperbaiki segala kerusakan.
- Berbuat baik kepada anak yatim:
- Memberi pendidikan yang baik
- Menjaga hak-hak mereka agar tidak disia-siakan
- Berbuat baik kepada orang miskin:
- Sedekah kepada mereka
- Membantu mereka pada masa kesusahan
- Cara mengucapkan perkataan yang baik:
- Bersikap fleksibel
- Melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar
- Bersikap santun
- Memberi maaf
- Menampilkan wajah berseri-seri
- Tutur kata bukan sahaja dengan mulut. Apa yang kita tulis atau komen di media sosial juga mesti dijaga.
- Jangan fitnah/kutuk orang.
- Bina keimanan yang betul:
- Utamakan hubungan dengan Allah melalui solat. Dirikan solat dengan khusyuk supaya dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
- Jaga hubungan dengan manusia melalui zakat dan beri sedekah bagi membantu mereka yang memerlukan agar kestabilan masyarakat terjaga.
- Jangan mungkiri janji, balasannya ialah neraka dan kekal di dalamnya.
- Hendak masuk syurga mesti beramal soleh.
Semoga kita menjadi orang yang memegang janji iaitu tidak mensyirikkan Allah, berbuat baik kepada kedua ibu bapa, dan kaum kerabat, dan anak-anak yatim, serta orang-orang miskin; dan menjadi manusia yang sentiasa berkata yang baik-baik, mendirikan solat serta mengeluarkan zakat.
Rujukan
- Nota My #Qurantime
- Tafsir Al-Munir
- Tafsir Ibnu Katsir
- Kamus Asfahani
Wallahua’lam